Kaleidoskop Pameran dan Fashion Show
- Pada Februari Rorokenes mengikuti gelaran INACRAFT 2025! di Main Lobby No. 5, Jakarta International Convention Center (JICC) dan dikunjungi oleh Ibu Ida Pratikno.
- Juli, Rorokenes berpartisipasi dalam Dekranas Expo HUT ke-45 Dewan Kerajinan Nasional (@dekranas.id) di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome.
- Pada Agustus, kami kembali tampil di Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2025 di JICC, yang turut dikunjungi Ibu Ririn Perry Warjiyo.
- Memasuki Oktober, Rorokenes mengikuti INACRAFT October 2025 di JICC serta pameran Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST) @in2motionfest di JIEXPO, di mana kami juga tampil dalam fashion show berkolaborasi dengan Metamorposis Indonesia @metam0rposis bersama desainer Ibu Najmi Puspita Sari @najmi_puspita.
- Pada November, perjalanan ditutup dengan partisipasi dalam Livin’ Fest 2025 di Muladi Dome, Universitas Diponegoro, Semarang.
Kaleidoskop Pencapaian Rorokenes
- Pada bulan Juni, Syanaz Winanto (@syanazwinanto), founder Rorokenes, terpilih sebagai salah satu Community Leader eTrade for Women untuk periode 2025-2026, mewakili Asia Tenggara. Para pemimpin komunitas ini adalah perempuan pelaku usaha digital dari berbagai belahan dunia yang berdedikasi membangun komunitas, mendorong inklusi digital, dan menjadi perwakilan inisiatif ini di berbagai forum strategis. Terpilihnya Syanaz menegaskan peran penting pelaku usaha lokal, khususnya perempuan, dalam ekosistem ekonomi digital global yang terus berkembang.
- Pada bulan November Syanaz selaku owner Rorokenes mendapat kehormatan untuk turut hadir dalam eTrade for Women Masterclass yang diselenggarakan oleh UNCTAD (PBB), sebuah program yang berfokus pada Powering Growth & Impact for Women-Led Digital Business. Acara yang berlangsung pada 18–21 November 2025 di Manila, Philippines ini mempertemukan para perempuan pengusaha digital dari berbagai negara untuk belajar, bertukar wawasan, dan membangun kolaborasi baru.
- Selama empat hari, Syanaz mewakili Rorokenes mengikuti berbagai sesi mendalam mulai dari pengembangan brand dan performance marketing, pemanfaatan customer analytics, hingga strategi mempersiapkan bisnis agar siap dilirik investor. Peserta juga diajak memahami dinamika perdagangan lintas negara, menjelajahi praktik terbaik dari perusahaan digital champion, serta mengulas peluang dan tantangan integrasi ekonomi digital di kawasan ASEAN.
Kaleidoskop Seminar dan Workshop
- Rorokenes aktif berkontribusi dalam berbagai forum seminar dan workshop yang berfokus pada penguatan UMKM dan pelaku usaha perempuan. Dimulai pada Mei, Syanaz Winanto, founder dan owner Rorokenes sekaligus Community Leader eTrade for Women, berbagi perspektif dalam konsultasi multistakeholder eTrade Readiness Assessment Indonesia yang diselenggarakan UNCTAD di Jakarta, membahas tantangan serta peluang usaha perempuan di era digital.
- Pada Agustus Syanaz berpartisipasi sebagai narasumber SISPRENEUR serta workshop She Talks di FISIP UNDIP, dengan fokus pada pengembangan produk dan strategi digital marketing.
- Memasuki akhir tahun, di bulan November Syanaz mengikuti eTrade for Women Masterclass UNCTAD di Manila dan menjadi narasumber seminar Connecting Innovation and Technology di UIN Walisongo Semarang.
- Di bulan Desember, Syanaz tampil sebagai pembicara dalam Business Matching KADIN Jawa Tengah bersama Universitas Diponegoro
- Pada bulan Desember Syanaz juga hadir sebagai pembicara di Rapat Kerja Daerah Dekranasda Jawa Tengah 2025–2026, menegaskan komitmennya sebagai pengurus KADIN dan Dekranasda dalam mendorong UMKM lokal agar naik kelas melalui kurasi produk, program berkelanjutan, dan kolaborasi lintas sektor.
Kaleidoskop Liputan Media
- Sepanjang 2025 Rorokenes dan owner, Syanaz Nadya Winanto Putri, beberapa kali mendapat sorotan media. Pada bulan Maret, Rorokenes dimuat dalam artikel Inilah.com berjudul “Inilah 9 Brand Tas Lokal yang Mendunia, Dipakai Paris Hilton dan Seleb Dunia Lainnya!” yang mengulas keunikan Rorokenes sebagai brand tas lokal asal Semarang dengan konsep sustainable fashion.
- Di bulan Mei ketika Kementerian UMKM mengunggah IG Story yang membahas fakta menarik industri tas branded, menegaskan bahwa brand lokal seperti Rorokenes mampu menghadirkan kualitas dan value tinggi dengan harga yang lebih terjangkau.
- Masih di bulan Mei, Syanaz juga menjadi narasumber dalam acara “Edukasi Kekayaan Intelektual untuk Pelaku Usaha” yang diselenggarakan oleh Disperindag Provinsi Jawa Tengah dan diliput oleh Berita Jateng DIY – TATV di YouTube.
- Pada November, Syanaz kembali mendapat perhatian media melalui Bisnis.com dalam artikel “Pelaku UMKM Semarang Masuk Komite Lokal UNCTAD PBB”
- Di bulan November Syanaz juga diliput Tribun Jateng lewat artikel “Dorong Literasi Digital Pengusaha Perempuan”.
Kaleidoskop Pemberdayaan Perempuan
- Pada bulan April, Rorokenes menghadirkan ruang pemberdayaan perempuan yang tidak terbatas pada craft saja. Selain kelompok Asmara Craft yang berfokus pada anyaman, ada juga Asmara Bhoemi. Kelompok usaha ini mengembangkan produk ramah lingkungan eco enzym, seperti pembuatan sabun dan pupuk.
- Masih di bulan April, Rorokenes berkesempatan menerima kunjungan dari tim verifikasi Bank Indonesia Pusat, yang merupakan para senior di bidang perekonomian dan perdagangan. Kunjungan ini menjadi momen berharga untuk ajang diskusi antara Bank Indonesia dengan Syanaz selaku founder Rorokenes, beserta para ibu anggota Asmarandhana yang Rorokenes berdayakan.
- Di bulan Desember, dalam rangka Hari Ibu Rorokenes berpartisipasi dalam kegiatan fashion show bertema “Benang Cinta Ibu dari Batik Tangan yang Menguatkan” di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Kelas IIA Semarang, berkolaborasi dengan warga binaan pemasyarakatan (WBP) menghasilkan tas rajut handmade yang ditampilkan dalam peragaan busana.
- Selain itu, Hari Ibu juga merupakan momen saat Rorokenes dan Syanaz (owner Rorokenes), mendapatkan penghargaan Anugerah Wanita Puspakarya dari pemerintah kota Semarang. Penghargaan ini diberikan atas kinerja kami dalam pemberdayaan perempuan, pengembangan UMKM, dan penerapan industri kria dalam proses berkelanjutan.



WhatsApp us